Info Sekolah
Minggu, 23 Jun 2024
  • SMP negeri 3 Jakarta Sekolah  Berbudaya mutu, lingkungan sehat, generasi hebat. SMP Negeri 3 Jakarta Menyemai Kebahagiaan, Menggapai Prestasi.      

BERBAGI PRAKTIK BAIK “Pembelajaran Berbasis Proyek dan Pembelajaran Diferensiasi

Diterbitkan :
  • Tujuan Pembelajaran:
    • Memahami konsep pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran diferensiasi.
    • Mampu merencanakan dan melaksanakan proyek pembuatan jembatan dari stik es krim.
    • Mengenal manfaat pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran diferensiasi dalam konteks pengajaran di SMP.
  • Durasi: 2 jam
  • Metode Pembelajaran:
    • Presentasi: Fasilitator memberikan penjelasan tentang konsep pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran diferensiasi.
    • Diskusi: Peserta pelatihan berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai penerapan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran diferensiasi.
    • Kerja Kelompok: Peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk merencanakan dan melaksanakan proyek pembuatan jembatan.
    • Presentasi dan Berbagi Pengalaman: Setiap kelompok mempresentasikan hasil jembatan yang mereka buat dan berbagi pengalaman selama proses pembelajaran.
  • Rincian Kegiatan:

a. Pendahuluan (10 menit):

  • Sambutan dan pengenalan fasilitator.
  • Penjelasan tujuan dan manfaat pelatihan.

b. Penjelasan Konsep (20 menit):

  • Presentasi tentang pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran diferensiasi.
  • Diskusi dan tanya jawab mengenai konsep tersebut.

c. Contoh Proyek Pembuatan Jembatan (30 menit):

  • Pemaparan contoh proyek pembuatan jembatan dari stik es krim.
  • Diskusi mengenai integrasi mata pelajaran dan manfaat pembelajaran berbasis proyek.

d. Perencanaan Proyek (30 menit):

  • Pembagian peserta menjadi kelompok-kelompok kecil.
  • Setiap kelompok merencanakan proyek pembuatan jembatan.
  • Fasilitator memberikan bimbingan dan dukungan.

e. Pelaksanaan Proyek (50 menit):

  • Setiap kelompok melaksanakan proyek sesuai dengan perencanaan.
  • Fasilitator memberikan bimbingan dan umpan balik.

f. Pembelajaran Berdiferensiasi (20 menit):

  • Evaluasi pemahaman peserta melalui pertanyaan dan diskusi.
  • Identifikasi peserta yang membutuhkan bantuan tambahan atau tugas tambahan.

g. Penutup (10 menit):

    • Presentasi jembatan dari setiap kelompok.
    • Berbagi pengalaman dan refleksi.
    • Kesimpulan tentang pentingnya penerapan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran diferensiasi.
  • Sumber Daya:
    • Stik es krim.
    • Alat perekat (misalnya lem atau perekat panas).
    • Peralatan pendukung (misalnya gunting, penggaris, dan pensil).

 

Pembelajaran berbasis proyek adalah pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proyek nyata yang relevan dan berarti. Dalam pembelajaran berbasis proyek, siswa bekerja secara aktif untuk menciptakan produk atau menghasilkan solusi untuk masalah nyata. Beberapa langkah yang umumnya terlibat dalam pembelajaran berbasis proyek adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi Tujuan Proyek:
    • Tentukan tujuan yang ingin dicapai melalui proyek tersebut.
    • Tetapkan kriteria keberhasilan yang jelas untuk mengevaluasi hasil proyek.
  2. Pemilihan Topik atau Tema:
    • Pilih topik atau tema yang relevan dengan materi pelajaran atau kebutuhan siswa.
    • Pastikan topik atau tema tersebut menarik dan berhubungan erat dengan kehidupan nyata siswa.
  3. Perencanaan Proyek:
    • Bantu siswa merencanakan langkah-langkah yang akan diambil dalam proyek.
    • Bantu siswa mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan dan membuat jadwal waktu.
  4. Penelitian dan Pengumpulan Informasi:
    • Bantu siswa untuk melakukan penelitian dan mengumpulkan informasi yang relevan dengan proyek.
    • Ajarkan siswa keterampilan penelitian, seperti mencari sumber informasi yang dapat dipercaya.
  5. Pembagian Tugas:
    • Bagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil atau tugas individu yang sesuai dengan proyek.
    • Berikan tanggung jawab yang jelas kepada setiap anggota kelompok atau siswa.
  6. Pelaksanaan Proyek:
    • Bantu siswa dalam melaksanakan langkah-langkah yang telah direncanakan.
    • Berikan bimbingan dan dukungan saat mereka menjalankan proyek.
  7. Evaluasi dan Refleksi:
    • Evaluasi hasil proyek siswa berdasarkan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan.
    • Ajarkan siswa untuk merefleksikan pengalaman mereka dalam proyek dan mengidentifikasi pembelajaran yang telah mereka peroleh.
  8. Presentasi dan Berbagi:
    • Ajarkan siswa untuk mempresentasikan hasil proyek mereka kepada rekan sekelas atau publik.
    • Berikan kesempatan bagi siswa untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan pemikiran mereka dengan orang lain.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar yang berbeda di antara siswa. Pendekatan ini mengakui bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar, kecepatan belajar, minat, dan tingkat pemahaman yang berbeda. Dengan pembelajaran berdiferensiasi, guru menyediakan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan individual siswa. Berikut adalah beberapa langkah yang terlibat dalam pembelajaran berdiferensiasi:

  1. Mengidentifikasi Kebutuhan Siswa:
    • Guru mengumpulkan data dan informasi tentang kemampuan, minat, gaya belajar, dan kebutuhan individual siswa.
    • Guru mungkin menggunakan tes, observasi, atau wawancara untuk mengumpulkan informasi ini.
  2. Menyusun Kelompok Belajar:
    • Berdasarkan data yang dikumpulkan, guru membentuk kelompok belajar yang terdiri dari siswa dengan kebutuhan belajar yang serupa.
    • Kelompok-kelompok ini dapat berfokus pada tingkat keterampilan yang serupa atau minat yang sama.
  3. Menyesuaikan Materi dan Aktivitas:
    • Guru menyediakan materi pelajaran yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan belajar siswa.
    • Guru dapat menggunakan buku teks dengan tingkat kesulitan yang berbeda, menyediakan bahan bacaan tambahan, atau menggunakan materi multimedia yang interaktif.
  4. Menggunakan Strategi Pengajaran yang Berbeda:
    • Guru menggunakan berbagai strategi pengajaran yang berbeda untuk memfasilitasi pemahaman dan pembelajaran siswa.
    • Ini dapat mencakup penggunaan ceramah, diskusi kelompok kecil, kegiatan praktik, demonstrasi, atau proyek kolaboratif.
  5. Memberikan Dukungan Tambahan:
    • Guru memberikan dukungan tambahan kepada siswa yang membutuhkannya.
    • Ini bisa berupa bimbingan satu-satu, pemberian petunjuk yang lebih jelas, atau penggunaan sumber daya pendukung seperti manipulatif atau alat bantu belajar.
  6. Memonitor Kemajuan Siswa:
    • Guru secara teratur memantau kemajuan belajar siswa dan mengidentifikasi area yang masih memerlukan perhatian khusus.
    • Guru dapat menggunakan tes formatif, tugas, atau observasi untuk mengevaluasi pemahaman siswa.
  7. Memberikan Umpan Balik yang Spesifik:
    • Guru memberikan umpan balik yang spesifik kepada siswa tentang kemajuan mereka.
    • Umpan balik ini membantu siswa memahami kekuatan mereka dan area yang masih perlu diperbaiki.
  8. Evaluasi yang Berbeda:
    • Guru menggunakan berbagai bentuk evaluasi untuk mengukur pemahaman siswa.
    • Ini dapat mencakup tes, proyek, presentasi, atau portofolio.